Briptu Norman Kuliah Gratis di UBK
JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar baik tengah melingkupi anggota Brimob Polda Gorontalo, Briptu Norman Kamaru, yang tengah menjadi "selebriti" karena video menyanyinya tersebar luas di dunia maya. Setelah diizinkan masuk dapur rekaman, Senin (11/4/2011), ia mendapat beasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) untuk menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Hukum UBK secara gratis.
Lampu Antik Hasil Olahan Logam Alumunium
Hasil olahan atau daur ulang dari logam alumunium ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi bahkan sampai menembus pasar internasional. Rusmani adalah salah satu dari pengrajin barang-barang antik berbahan logam alumunium asal Yogyakarta, yang telah berhasil menembus pasar Asia dan Eropa.
Curi Tisu Toilet, Politikus Dibekuk
BERLIN, KOMPAS.com - Seorang politikus Jerman dibekuk tak lama setelah ketahuan mencuri tisu gulungan dari sejumlah toilet pria di sebuah balaikota, kata pihak berwenang Rabu (13/4). Aksi politikus itu, Frank-Michael John (24 tahun), tertangkap basah beberapa petugas kebersihan dalam sebuah operasi mendadak.
Anggota DPR Kepergok Nonton Bokep Waktu Rapat Paripurna
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang anggota DPR yang belum diketahui identitasnya menikmati film porno (bukan gambar seperti yang diberitakan sebelumnya) saat Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang III di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/4/2011). Ia menonton film tersebut selama lebih kurang satu menit.
Mumi Janin Berdiam di Perut Selama 30 Tahun
Janin yang dikandung oleh seorang ibu harusnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi perempuan asal Dominika tidak mengetahui keberadaan janin di dalam perutnya, setelah 30 tahun janin tersebut sudah menjadi mumi.
Jumat, 01 April 2011
Tidak Bisa Kentut Bisa Sebabkan Kematian
Senin, 28 Maret 2011
Permainan "Roller Coaster" Memicu Trauma Pendengaran
Meluncur di atas roller coaster mungkin bisa mengatasi ketegangan dan memacu adrenalin, tetapi ada bahaya kesehatan telinga yang perlu Anda ketahui. Penelitian menunjukkan, laju roller coaster yang sangat cepat bisa menyebabkan sakit telinga yang disebut barotrauma.
Pada pertemuan para ahli telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Las Vegas, akhir April lalu, ditampilkan sebuah kasus pasien yang menderita barotrauma setelah menaiki roller coaster berkecepatan 120 kilometer per jam dalam empat detik. Sekitar 36 jam setelah naik permainan itu, pasien itu mengeluhkan rasa sakit dan penuh pada bagian telinga kanan.
Pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter menemukan kerusakan pada bagian telinga kanan, yakni pembengkakan saluran telinga dan peradangan pada gendang telinga meski tidak terjadi robekan. Dokter menduga, bagian telinga kanan yang sakit itu terpengaruh saat roller coaster membalik dan kepala berada di bawah.
Ketua peneliti, Kathleen L Yaremchuk, dari Henry Ford Hospital, AS, menduga, telinga si pasien mengalami tekanan cukup tinggi saat roller coaster melaju. "Para dokter harus mewaspadai kemungkinan roller coaster sebagai penyebab barotrauma. Kami merekomendasikan orang yang ingin naik roller coaster harus memperhatikan durasi permainan untuk mengurangi dampak tekanan pada telinga," katanya.
Barotrauma sering kali dialami penumpang pesawat udara atau penyelam. Gejalanya berupa sakit telinga, gangguan pendengaran ringan, dan rasa penuh dalam telinga. Rasa ini disebabkan karena gendang telinga terdorong ke luar atau ke dalam akibat perubahan tekanan udara.
Masalah lebih berat dapat terjadi jika perubahan tekanan udara cukup besar atau saluran tuba eustachius tersumbat seluruhnya. Pembuluh darah halus (kapiler) telinga tengah akan pecah dan menyebabkan perdarahan. Darah yang memenuhi telinga menimbulkan gangguan pendengaran.
Tentu saja tidak semua penumpang roller coaster akan mengalami gangguan telinga. Yaremchuk menegaskan bahwa kasus yang dialami pasiennya sangat unik. Kendati demikian, ia menyarankan agar kita bisa melakukan pencegahan agar tidak terjadi barotrauma.













